Sejarah Dogs Lovers


Dora My Inspiration


Sebetulnya, saya sudah menjadi pecinta anjing dari zaman dahulu kala. Sejak lahir, rumah saya sudah dipenuhi dengan berbagai jenis anjing, dari teckel sampai pecking, sampai akhirnya mereka bercampur. Kecintaan saya pada anjing ini berasal dari Mama tercinta, yang mengajarkan begitu banyak mengenai sahabat sejati manusia ini.

Kedatangan Dora
Puppy di atas adalah Dora the Explorer. Saya menemukan Dora bersama dengan pacar saya di Jalan Rajiman, Bandung, ketika dia sedang mengais-ngais sampah. Merasa kasihan, ditambah tidak ada warga sekitar yang mengaku memilikinya atau bahkan pernah melihatnya, saya memutuskan untuk membawanya pulang untuk diberi makan.

Diberikannya Dora
Di rumah, saya tidak diijinkan untuk memelihara Dora oleh Mama, karena merasa tidak sanggup menambah anjing. Kebetulan, beberapa hari sebelumnya, sepupu saya pernah datang ke rumah untuk meminta puppies. So, setelah Dora kenyang, saya membawa Dora untuk diberikan kepada sepupu saya, yang menerimanya dengan senang hati.

Dora di Tempat Sepupu
Setiap hari setelah saya memberikan Dora, saya menjenguk Dora di rumah sepupu saya itu. Dora diberi kandang di luar (di kebun) dan tidak dibiarkan berkeliaran di dalam rumah. Kalau saya datang, dari jauh pun Dora sudah terlihat begitu senang. Sepupu saya bilang, "Aneh, kalau ga ada kamu, anjing ini kaya yang sakit..." Mungkin karena mereka tidak mengajak Dora main, dan yang mengajak main Dora ya saya. Dengan demikian, saya putuskan dengan berat hati, bahwa saya tidak akan menjenguk Dora lagi sampai dia bisa tahu majikannya yang mana. Saya titip Dora ke sepupu saya, dengan catatan tambahan untuk mengajak Dora bermain lebih sering.

Kepulangan Dora
Tetapi tidak seminggu kemudian, suami sepupu saya datang sambil membawa Dora. Dia bilang, sejak kepergian saya, Dora murung terus, dan tidak mau makan. Jadi sepupu saya itu tidak mau lagi mengurus Dora. Akhirnya, Mama saya menyerah dan jadilah Dora anggota keluarga kami...

Hari-hari bersama Dora
Rasanya tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan kehidupan saya ketika Dora ada. Bahkan, anjing saya yang sudah tua, yang sudah malas ngapa-ngapain, ketika Dora datang jadi lebih ceria. Dan bisa bermain seperti layaknya seekor anak anjing.

Dora Sakit dan Akhirnya Pergi
Tetapi tidak sampai tiga bulan kemudian, kondisi Dora tiba-tiba memburuk. Dokter mengatakan Dora terkena parvo atau distemper. Menurutnya, Dora sudah terkena penyakit ini sejak saya menemukannya di jalan (karena memang di dekat saya menemukannya ada tempat jual anjing yang tidak resmi).

Selama sakit, Dora tidak pernah mau menyusahkan kami. Dia selalu terlihat ingin berusaha untuk sembuh. Bahkan ketika dia merasa sudah tidak kuat, dia selalu berusaha menghindari kami. Sampai akhirnya, seluruh anggota keluarga menyuruh dia untuk menyerah apabila dia sudah merasa terlalu sakit, barulah dia mau memejamkan matanya dengan tenang.

Setelah Ditinggal Dora
Sedih, itu yang pasti kami rasakan. Rasanya hidup ini gelap, suram, dan hal ini tidak saya rasakan sendiri. Darah tinggi Mama saya sempat kambuh karena stress kehilangan Dora. Minnie, anjing saya yang lain pun kehilangan selera makan. Semua orang merasa kehilangan Dora.

Dora adalah Inspirasi Saya
Walaupun sejak kecil cinta anjing, Dora adalah anjing pertama yang saya tolong. Kondisi anjing-anjing di Indonesia masih sangat memprihatinkan, terutama anjing-anjing yang dijual di pinggir jalan. Dari situlah Dora terkena virus, yang menyebabkan kematiannya. Hanya ada beberapa perkumpulan anjing yang, sayangnya, kurang memperhatikan anjing ras campuran atau anjing kampung.

Pernah ketika salah satu puppy saya sakit, saya sempat bertanya kepada salah satu perkumpulan mengenai obat apa yang sebaiknya saya pakai untuk mengobatinya (kebetulan waktu itu saya tidak bisa membawanya ke vet). Saya jelaskan apa gejala penyakitnya, dan jenis anjing apa puppy saya tersebut. Sayangnya, dengan angkuhnya, anggota perkumpulan tersebut menulis dalam emailnya, "Memang apa yang bisa diharapkan dari anjing kampung atau anjing ras campuran? Kalau memang sayang anjing, seharusnya anjing seperti itu dibiarkan dan jangan dipelihara."

Saya begitu sakit hati dengan pernyataan orang tersebut, dan ketidakpedulian anggota-anggota lain terhadap anjing campuran. Sejak itu, saya ingin membantu setiap pecinta anjing, bukan hanya pecinta anjing ras tertentu, tapi seluruh jenis anjing, untuk belajar mencintai anjing sepenuh hati, merawatnya, dan merasakan indahnya persahabatan dengan sahabat sejati manusia. Dimulai dengan dibentuknya mailing list Dogs Lovers pada 18 Juni 2004, mulailah saya berusaha mencapai impian saya untuk melindungi segala jenis anjing, dan mengajak setiap Dogs Lovers untuk ikut serta. Saya membuat website ini dengan dana pribadi yang terbatas. Dalam website ini, teman-teman dapat mengetahui segala sesuatu tentang anjing. Tentu saja website ini masih banyak kekurangan, yang akan terus menerus diperbaharui. Saya juga menampilkan beberapa history dari breed (trah) yang ada, supaya teman-teman mengetahui asal-usul anjing ras. Tidak ditutup kemungkinan juga untuk teman-teman dapat mengadopsi anjing ras.

Saya berharap di kemudian hari, saya dapat membangun suatu organisasi perlindungan hewan di Indonesia. Dan hal itu tidak dapat terwujud tanpa adanya dukungan dari teman-teman sesama Dogs Lovers.

Untuk melihat foto Dora, klik sini